Posted by: wahyukdephut | February 23, 2010

STRATEGI MENINGKATKAN PRODUKSI KOPAL SECARA EKOFISIOLOGIS

Oleh : Wahyu Catur Adinugroho

Produksi kopal dihasilkan oleh tanaman Agathis sp., yaitu dengan melakukan pelukaan terhadap kulit pohon Agathis sp., setelah dilakukan pelukaan pada kulit maka kulit tersebut akan mengeluarkan getah yang disebut kopal (gambar). Potensi keluarnya getah secara kuantitatif pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor pasif yaitu: kualitas tempat tumbuh, umur, kerapatan, tinggi tegakan dan diameter tegakan. Keadaan tegakan dengan pohon yang terlalu rapat dan diameter pohon yang kecil mengakibatkan produksi kopal per pohon relatif kecil. Kurangnya cahaya matahari yang masuk kedalam tegakan menyebabkan suhu udara didalam tegakan menjadi relatif rendah, hal ini menyebabkan kopal menjadi cepat mengeras sehingga penetesan menjadi terhambat. Besar kecilnya diameter pohon berpengaruh terhadap banyak sedikitnya luka sadap yang dibuat pada pohon, semakin besar diameter atau keliling pohon, maka semakin banyak luka sadapan yang dibuat dan semakin banyak pula getah yang dihasilkan. Produktivitas sadapan kopal sangat dipengaruhi oleh ketebalan kulit batang tegakan tersebut, yang memiliki ketebalan kulit bervariasi dari yang berkulit tipis (kurang dari 1 cm) sampai tebal (lebih dan sama dengan 1 cm). Perbedaan ketebalan kulit tersebut menunjukkan perbedaan produktivitas sadapan kopal. Pada jenis damar yang berkuli tebal lebih banyak menghasilkan getah daripada jenis damar yang berkulit tipis (Anonymous, 2001).

Secara fisiologis getah tersimpan dalam saluran vertikal dan saluran radial yang melintang pada pohon. Saluran tersebut dikelilingi oleh jaringan parenkima. Antara saluran getah dan sel¬sel parenkima terjadi suatu keseimbangan osmotik. Apabila timbul pelukaan pada pohon yang menyebabkan saluran getah terbuka, maka tekanan dinding berkurang, keseimbangan osmotik terganggu, sehingga getah mengalir keluar dari saluran mengikuti alur pelukaan (Riyanto, 1980 dalam Priatno dan Mumuh, 1980).

Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat bahwa beberapa aspek ekofisiologis pohon mempengaruhi produksi kopal sehingga strategi untuk meningkatkan produksi kopal harus dilakukan dengan memperhatikan aspek ekofisiologis tersebut,yaitu :

1. Melakukan penanaman sesuai dengan persyaratan tumbuh pada habitat alaminya.
Penanaman Agathis sp. pada lokasi tempat tumbuh yang sesuai dengan persyaratan tumbuhnya akan menghasilkan pertumbuhan pohon Agathis sp yang optimal dengan pertumbuhan pohon yang optimal akan berdampak positif terhadap produksi kopal.

2. Manipulasi jarak tumbuh
Manipulasi jarak tumbuh relatif dengan melakukan pengaturan penjarangan. Dengan penjarangan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pohon seperti kelembaban udara, intensitas cahaya dan suhu mikro akan dipengaruhi. Kondisi ini akan berpengaruh positif terhadap perkembangan diameter pohon dan berkorelasi positif terhadap produksi getah. Studi yang dilakukan Rochidajat dan Sukawi (1979) menunjukkan bahwa dengan tingkat kekerasan penjarangan 22,5% – 27,5% terjadi kenaikan produksi getah yang signifikan.

3. Arah sadapan
Dengan mengatur arah sadapan yang memberikan penyinaran matahari lebih cepat dan dengan intensitas yang lebih banyak maka akan memberikan pengaruh yang positif terhadap produksi getah. Studi yang dilakukan oleh Rochidajat dan Sukawi (1978) menunjukkan bahwa produksi getah dengan arah sadapan ke Timur menunjukkan produksi getah yang paling besar dibandingkan dengan arah sadapan menghadap ke selatan, barat dan utara.

4. Teknik Pelukaan
Dengan memperhatikan secara fisiologis dimana getah tersimpan, maka teknik pelukaan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi keluarnya getah. Getah yang keluar melalui pelukaan hanya akan keluar dari saluran getah yang berarah longitudinal dari kulit yang terluka.

5. Mengatur jangka waktu pelukaan
Dengan mengatur jangka waktu pelukaan, yaitu ada masa jeda pelukaan kemungkinan akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan pohon, dengan adanya masa jeda kemungkinan tumbuhan akan melakukan recovery sehingga pada pelukaan berikutnya akan dihasilkan produksi kopal yang optimal

6. Penggunaan stimulan untuk merangsang keluarnya getah
Salah satu stimulan yang dapat merangsang keluarnya getah adalah asam khlorida. Penggunaan asam khlorida dengan berbagai konsentrasi tertentu dapat meningkatkan produksi dan kualitas warna getah. Dalam hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Triwanto (2006) bahwa dengan konsentrasi asam khlorida 20% akan memberikan hasil produksi getah yang tertinggi pada pohon berdiameter 30-¬35 cm dengan rata¬-rata getah yang dihasilkan perpohon 13,744 gram, sedangkan perlakuan tanpa asam klorida getah yang dihasilkan rata-¬rata 7,616 gram.


Responses

  1. arah perlukaan kulit agathis yang menghasilkan produksi getah tertinggi seperti apa ? Sejajar, tegak lurus atau miring terhadap pohon ?

    • Saluran-saluran kopal hanya terdapat pada kulit pohon Agathis bagian dalam yang letaknya sejajar dengan sumbu pohon (Ham dalam Manupputy, 1995). Sumantri dan Dulsalam (1991) menyatakan bahwa saluran kopal terdapat pada kulit kayu dengan arah longitudinal mengikuti puntiran batang. Selanjutnya Vlies dan Tammes (1940) dalam Setiawan (1997) menyatakan bahwa saluran kopal terdapat pada kulit bagian dalam (Phloem sekunder) pada lapisan tersendiri yang tersusun secara tangensial diantara kambium dan kambium gabus. Menurut Salverda (1937) dalam Manuputty (1955) menyatakan bahwa jumlah saluran kopal yang berada dalam kulit pohon damar semakin kedalam semakin banyak. Jika dibuat luka pada kulit bagian dalam, setelah beberapa waktu kopal akan mengalir keluar dari salurannya. Jika kopal mulai mengeras saluran-saluran kopal menjadi tersumbat dan disini perlu diadakan pembaruan luka. Alikodra (1974) menyatakan bahwa keluarnya getah disebabkan oleh gaya berat dan tekanan turgor yang tinggi dari sel-sel epitel yang mengeluarkan zat terpen ke dalam saluran-saluran tersebut. Berdasarkan hal tersebut diatas, dengan perlukaan yang sejajar sumbu pohon akan menghasilkan produksi kopal yang lebih banyak, tapi perlu diingat teknik perlukaan bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi produksi kopal.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: