Posted by: wahyukdephut | February 23, 2010

FENOMENA PERTUMBUHAN TANAMAN SENGON YANG STAGNANT

Sengon secara umum merupakan pohon yang pertumbuhannya cepat (fast growing spesies) sehingga untuk mendukung pertumbuhannya yang cepat dibutuhkan pasokan hara yang mencukupi. Tanaman Sengon akan dapat tumbuh dengan baik pada tanah regosol, aluvial, dan latosol yang bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan kemasaman tanah sekitar pH 6-7. Dilihat dari persyaratan tumbuhnya tersebut menunjukkan bahwa sengon akan tumbuh baik pada kondisi tanah yang subur, yaitu banyak mengandung unsur hara (zat yang dibutuhkan tanaman), cukup mengandung air dan struktur tanahnya yang baik.

Sehingga fenomena yang terjadi pada pertumbuhan tanaman sengon yang banyak ditanam diluar pulau jawa yaitu pada tahun pertama sampai ke tiga pertumbuhannya bagus kemudian mengalami stagnant pada tahun berikutnya dapat dijelaskan karena ketidaksesuain tempat tumbuh seperti yang disyaratkan sebagai habitat sengon. Pada tahun pertama sampai tahun ketiga pasokan hara yang dibutuhkan oleh sengon masih tercukupi namun setelah menginjak tahun berikutnya pasokan hara ini tidak tercukupi oleh tempat tumbuh dimana sengon tersebut ditanam, karena pada umumnya jenis-jenis tanah di luar pulau jawa kurang subur. Seperti diungkapkan oleh Purwowidodo bahwa kekurangan unsur hara akan menyebabkan berkurangnya laju fotosintesis dan apabila keadaan ini berlanjut akan menyebabkan proses fotosintesis berhenti sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman.

Faktor lain yang dapat menjelaskan fenomena pertumbuhan sengon yang ditanam di luar pulau jawa tersebut adalah kemungkinan sengon ditanam pada kondisi tempat tumbuh dengan struktur tanah compact, dataran tinggi misalnya puncak bukit dan mengalami musim kemarau panjang seperti kondisi pada umumnya yang terjadi diluar pulau jawa, kondisi ini menyebabkan dangkalnya sistem perakaran pohon sengon sehingga pada tahun ketiga sengon akan kesulitan untuk mendapatkan pasokan nutrisi dan air yang berdampak pada terganggunya pertumbuhan tanaman sehingga mengalami stagnant.

Selain hal tersebut diatas, fenomena ini dapat dijelaskan karena beberapa wilayah diluar pulau jawa memiliki kondisi tanah yang masam yang pada umumnya memiliki konsentrasi Al tinggi dan P rendah, sehingga menyebabkan kurangnya nutrisi yang dapat diserap oleh tanaman misalnya P dan terganggunya perkembangan sistem perakaran karena dihambat oleh tingginya konsentrasi Al, sehingga fungsi akar dalam menyerap nutrisi dan air akan terganggu dan tentu saja hal ini akan berdampak pada pertumbuhan sengon sehingga sengon mengalami stagnant dalam pertumbuhannya. Kondisi tanah yang masam ini juga menyebabkan rendahnya aktivitas mikroba tanah sehingga menghambat proses dekomposisi bahan organik yang berdampak pada miskinnya hara.


Responses

  1. Menarik juga untuk tanam sengon.Klo utk lahan 1 ha kira2 berapa pohon sengon ya? Thanks

    • dengan jarak tanam 4×5 m, membutuhkan 500 batang bibit sengon. Jika anda tertarik untuk berinvestasi, mungkin
      akan lebih baik menanam jati. kami bersedia membantu menyediakan bibit jati dengan kualitas unggul hasil kultur jaringan dan
      bermikoriza dengan harga terjangkau.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: