Posted by: wahyukdephut | February 23, 2010

Apa yang kan terjadi jika Tanaman Sengon di tanam pada tanah bertekstur sandy silt dan asam serta kekurangan unsure Mn, Mo dan Fe????

– Kondisi tanah bertekstur sandy silt dan asam

Tekstur tanah akan mempengaruhi kemampuan tanah dalam menahan air dan hara, pada kondisi tanah bertekstur sandy silt akan menyebabkan rendahnya kemampuan tanah dalam mengikat air dan hara sehingga meskipun dilakukan pemupukan hara akan mudah tercuci, kondisi ini akan diperparah apabila dalam kondisi masam. Pada kondisi tanah masam akan menyebabkan menurunnya aktivitas sitokinin didalam akar menurun yang berdampak pada terganggunya pembelahan sel selain itu seperti yang diungkapkan oleh Hairiah (1992) bahwa pada kondisi tanah masam akan menyebabkan terganggunya perkembangan sistem perakaran tanaman karena dihambat oleh tingginya konsentrasi aluminium (Al) dan rendahnya konsentrasi P di lapisan tanah bawah, serta adanya hambatan fisika tanah seperti tingginya berat isi (BI) tanah karena masukan bahan organik yang rendah. Aluminium dapat berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap perkembangan sistem perakaran tanaman. Pengaruh langsung Al adalah melalu penghambatan pembelahan sel pada ujung-ujung akar (Foy, 1988), sehingga fungsi akar dalam menyerap air dan hara menjadi terganggu. Sedangkan pengaruh tidak langsung Al terhadap perkembangan akar tanaman adalah melalui pengaruhnya terhadap pengikatan P . Ion Al pada tanah masam akan mengikat P menjadi bentuk Al(H2PO4)3 yang sukar larut sehingga menjadi kurang tersedia bagi tanaman.

Dengan terganggunya organ yang berfungsi menyerap unsur hara dan air, rendahnya kemampuan tanah dalam mengikat unsur hara dan air serta berkurangnya pasokan hara yang tersedia khususnya p maka akan menyebabkan berkurangnya bahan baku yang dapat diolah oleh tanaman melalui proses fotosintesis dan tentu saja hal ini akan berdampak pada terganggunya pertumbuhan tanaman.

– Kondisi kekurangan unsure Fe (Besi)

Besi diserap dalam bentuk Fe++ dan mempunyai fungsi yang tidak dapat digantikan pada pembentukan hijau daun. Selain itu juga berfungsi penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein. Fe pada tanaman kurang lebih 80% terdapat dalam kloroplas atau sitoplasma. Besi juga merupakan salah satu unsur yang diperlukan pada pembentukan enzym-enzym respirasi (peroxidase, catalase, ferredoxin dan cytochrom oxidase) yang mengoksidasikan hidrat arang menjadi gas asam arang dan air. Sehingga secara umum fungsi Fe bagi tanaman adalah :
• Sebagai gugus prostetik enzim katalase dan peroksidase dan sebagai penyusun feredoxin yang terdapat dalam klorofil.
• Didalam tubuh tanaman Fe berada sebagai penyusun Fitoferitin yaitu garam Feri Posfo Protein yang terdapat didalam kloroplas dan senyawa ini yang menentukan proses pembentukan klorofil.

Besi didalam tanaman kurang bergerak, oleh karena itu bila kekurangan besi maka akan segera tampak gejala-gejala pada bagian tanaman yang masih muda. Pada tulang daun terjadi klorosis yaitu terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning ataupun putih. Pertumbuhan tanaman terhenti hingga akhirnya mati mulai dari pucuk.

Terkait dalam peranannya pada pembentukan hijau daun dimana hijau daun ini dibutuhkan tanaman untuk melakukan proses fotosintesis, maka pada kondisi kekurangan Fe++ akan menyebabkan terganggunya proses fotosintesis yang tentu saja akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

– Kondisi Kekurangan Mn (Mangan)

Mn diserap oleh tanaman dalam bentuk Mn++, dengan tidak adanya unsur Mn maka sintesa klorofil terganggu sehingga tanaman tidak bisa hidup, apabila kekurangan Mn maka tanaman akan menjadi malformasi daun, klorotis, hijau daun tidak terbentuk. Mn berpengaruh pula terhadap proses deasimilasi yaitu respirasi dimana enzym-enzym yang mengatur proses ini mengandung Mn. Konsentrasi yang dapat membahayakan terletak pada 10 sampai beberapa puluh miligram perliternya. Bila terlalu banyak Mn juga akan menyebabkan terjadinya klorose seperti kekurangan Fe, serta susunan akar akan mati dan berwarna merah coklat. Secara umum Mn mempunyai dua fungsi penting, yaitu :
a. Mengaktifkan enzim IAA Oksidase yang berfungsi memecahkan IAA (Indol Acetic Acid) yakni hormon auksin. Auksin berperan dalam pembelahan dan pembesaran sel (pertumbuhan tanaman), mengaktifkan RNA untuk pembentukan protein di ribosom, merangsang pertumbuhan kalus menjadi akar dan merangsang perkecambahan benih. Bila tanaman kekurangan Mn maka auksin berada dalam konsentrasi tinggi dalam tubuh tanaman sehingga terjadi hambatan pertumbuhan (tanaman kerdil). Auksin dalam kadar rendah memacu pembelahan dan pembesaran sel yang dimulai dari ekskresi ion H+ dari sitoplasma ke dinding sel, akibatnya tekanan pada dinding sel makin kuat, dengan adanya imbibisi air maka sel terbelah dan membesar yang mendorong pertumbuhan tanaman tanaman sebaliknya bila auksin berada dalam kadar tinggi akan menghambat pertumbuhan tanaman.

b. Berperan pada proses fotolisis air (penguraian air) sehingga terbentuk energi yang dapat digunakan tanaman untuk proses-proses metabolisme seperti absorbsi, transpirasi, pembelahan sel, pembungaan, pembentukan buah dll.
H2O—— 2H+ + 2l + O2
Reaksi ini disebut juga reaksi Hill yang termasuk dalam fotosintesis fase terang.

– Kondisi Kekurangan MO (Molybdenum)

MO Diserap akar dalam bentuk ion Molibdat (MoO4). Peranannya penting dalam pengikatan Nitrogen yang bermanfaat pada tanaman Leguminose yaitu sebagai aktivator enzym nitrit reduktase pada proses fiksasi nitrogen yang merupakan enzim yang bekerja membantu perubahan ion NO3- menjadi NH3 yang siap dipakai untuk pembentukan asam amino dan protein untuk pembelahan dan pembesaran sel, diperlukan juga dalam sintesis asam askorbat.

Sehingga pada kondisi kekurangan Mo akan berdampak pada terganggunya fiksasi nitrogen. Nitrogen (N) diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetative tanaman, seperti daun, batang dan akar ; pembentukan hijau daun ; meningkatkan perkembangbiakan mikroorganisme di dalam tanah. Kekurangan N menyebabkan sintesa klorofil terganggu, terjadi klorosis pada daun dewasa, bila kekurangan akut pada daun muda juga terjadi klorosis.

Gejala yang timbul karena kekurangan Mo hampir menyerupai kekurangan N. Kekurangan Mo dapat menghambat pertumbuhan tanaman, daun menjadi pucat dan mati dan pembentukan bunga terganggu, apabila bunga tetap terbentuk, maka akan gugur sebelum menjadi buah. Gejala defisiensi Mo dimulai dari daun tengah dan daun bawah. Daun menjadi kering kelayuan, tepi daun menggulung dan daun umumnya sempit. Bila defisiensi berat, maka lamina hanya terbentuk sedikit sehingga kelihatan tulang-tulang daun lebih dominan.

Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa, apabila tanaman Sengon di tanam pada tanah bertekstur sandy silt dan asam serta kekurangan unsure Mn, Mo dan Fe, maka yang akan terjadi adalah :

a. Terhadap Proses Fotosintesis
Secara umum proses fotosintesa tanaman sengon akan terganggu karena kurangnya pasokan hara sebagai bahan baku fotosintesis yang disebabkan kondisi tanah yang masam, tekstur tanah sandy silt. Proses fotosintesis juga akan terganggu karena kurangnya unsur Mn yang berperan pada fase fotolisis pada proses fotosintesa suatu tanaman, sedangkan hasil dari fotolisis tersebut dibutuhkan bagi berlangsungnya proses fotosintesis selanjutnya yaitu fase gelap untuk menghasilkan karbohidrat. Selain karena defisiensi Mn, proses fotosintesis pada tanaman sengon juga akan terganggu karena adanya kekurangan unsur Fe yang berperan penting dalam penyusunan klorofil. Klorofil merupakan salah satu persyaratan terjadinya fotosintesis sehingga jika terjadi defisiensi Fe maka proses fotosintesis juga terhambat dan produksipun terhambat.

b. Terhadap Fiksasi Nitrogen
Terkait apa yang akan terjadi pada fiksasi nitrogen tanaman sengon, Proses fiksasi nitrogen tidak dapat berlangsung dengan baik karena kurangnya unsur Mo pada tanah. Hal ini terjadi karena unsur Mo berperan dalam proses nitrifikasi, dimana Mo bertindak sebagai aktivator dan penyusun enzim nitrat reduktase yaitu enzim yang bekerja membantu perubahan ion NO3- menjadi NH3 yang siap dipakai untuk pembentukan asam amino dan protein untuk pembelahan dan pembesaran sel. Akibatnya NO3- tidak dapat diubah sehingga menumpuk dalam tubuh tanaman dan menghambat pertumbuhan tanaman.

c. Terhadap Penyerapan hara
Penyerapan hara oleh tanaman sengon akan tergangu pada kondisi tanah masam serta tesktur tanah sandy silt yaitu terganggunya sistem perakaran yang merupakan organ yang berfungsi menyerap unsur hara dan air, rendahnya kemampuan tanah dalam mengikat unsur hara dan air serta berkurangnya pasokan hara yang tersedia khususnya p.

d. Terhadap Pertumbuhan
Secara umum kondisi tanah bertekstur sandy silt dan asam serta kekurangan unsure Mn, Mo dan Fe akan menyebabkan tanaman sengon mengalami gangguan penyerapan hara, terganggunya proses fotosintesis dan terhambatnya fiksasi nitrogen sehingga kondisi-kondisi tersebut akan berdampak pada terganggunya pertumbuhan tanaman sengon.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: