Posted by: wahyukdephut | February 3, 2009

Warta Konservasi Lahan Basah Vol 13 no 2 juni 2005

-----------------------------------------------------------------------

The Proboscis Monkey Conservation in Sungai Hitam, East Kalimantan

http://www.proboscismonkeysamboja.co.cc/

 

SUNGAI HITAM SAMBOJA:

Habitat Bekantan (Nasalis larvatus) yang terabaikan

bekantan1

 

 

Oleh

Wahyu Catur Adinugroho, S.Hut

Drh. Amir ma’ruf

 

Lahan basah merupakan salah satu kekayaan tak terukur nilainya yang secara nyata memberikan arti penting bagi kehidupan makhluk hidup. Muara sungai merupakan salah satu kawasan lahan basah beradasarkan klasifikasi lahan basah utama di Indonesia, sehingga Sungai Hitam merupakan salah satu kawasan lahan basah yang ada di Kalimantan Timur tepatnya di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kertanegara.

          Untuk melindungi dan menjaga fungsi lahan basah, seperti tangkapan air, pencegah erosi, banjir dan kekayaan keanekaragaman hayatinya, Indonesia telah menetapkan berbagai macam kawasan konservasi dengan berbagai kebijakan dan perangkat peraturannya. Walaupun tujuan kebijakan dan perangkat peraturan telah ada tidak jarang perusakan kawasan konservasi tetap terjadi dan manajemen kawasan konservasi jarang mencapai tujuannya untuk melindungi sumber daya hayati.

 


PENDAHULUAN

 

          Sungai Hitam adalah salah satu salah satu kawasan lahan basah yang ada di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Hal yang menjadi keunikan Sungai Hitam dan perlu dilaksanakan tindakan konservasi di wilayah Sungai Hitam adalah terdapatnya spesies endemik Kalimantan yang langka dan dilindungi yaitu Bekantan (Nasalis larvatus). Keberadaan bekantan di Samboja ini juga dilaporkan oleh Yasuma (1994) yang melaksanakan survey sejak tahun 1987 sampai 1990. Bekantan telah menjadikan Sungai Hitam sebagai habitat untuk mencari makan, tinggal dan bermain. Tetapi seiring waktu Sungai Hitam telah mengalami degradasi. Pohon yang menjadi sumber makanannya semakin berkurang, hutan pinggir sungai yang dijadikan tempat tinggalnya semakin berkurang dan hanya tinggal ± 20-30 m dari pinggir sungai selebihnya telah menjadi pemukiman, lahan pertanian dan peternakan. Dan sangat disayangkan pula, institusi pemerintah yang seharusnya bertanggung jawab terhadap kawasan konservasi banyak yang belum mengetahui bahwa di Sungai Hitam terdapat bekantan dan kondisi habitatnya saat ini mulai terancam.

Keberadaan Sungai Hitam di Kalimantan Timur jika dikelola dengan baik sebenarnya akan memberikan nilai ekonomi dan lingkungan yang positif terhadap pelestarian bekantan dan habitatnya. Potensi kawasan ini dapat dijadikan paket wisata alam dari pegunungan – pantai yang potensial dikembangkan di Kabupaten Kutai Kertanegra Kalimantan Timur. Bukit Bangkirai dengan pemandangan pegunungan yang dapat dilihat dari Canopy trail di kawasan Bukit Bangkirai – Sungai Hitam dengan Bekantan sebagai satwa langka endemik Kalimantan – waduk samboja dengan bendungan buatan yang digunakan untuk mengairi sawah disekitar samboja – Pantai Tanjung Harapan dengan keindahan pantai yang sejuk karena banyak ditumbuhi pohon pinus.

Kawasan Sungai Hitam ini juga merupakan tempat yang sempurna untuk melaksankan penelitian ilmiah tentang bekantan dan habitatnya.  Beberapa tahun terakhir ini  Loka Penelitian Satwa Primata telah melaksankan penelitian berkaitan dengan perilaku bekantan dan habitatnya di Sungai Hitam.

Tulisan ini akan menguraikan kharakteristik kawasan, fungsi dan nilai kawasan. Dan juga mengusulkan upaya Konservasi yang bertujuan untuk kelangsungan manfaat dan pemeliharaan fungsi kawasan termasuk konservasi keanekaragaman hayati.

 

DESKRIPSI KAWASAN SUNGAI HITAM

1.   Lokasi

Yang dimaksud Sungai Hitam adalah sungai kuala samboja , orang sering menyebut sungai ini sebagai Sungai Hitam meskipun warna airnya tidak selalu hitam. Sungai Hitam merupakan muara sungai atau kuala yang mempunyai hubungan bebas dengan laut terbuka dan sangat dipengaruhi oleh pasang surut. Sungai ini secara administrative terletak di Kecamatan Samboja, Kabupateng Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur dan secara geografis berada dalam koordinat 01o00’22”LS 117O05’18”BT s/d 01o00’44,5”LS 117o06’32,9”BT. Terletak memanjang searah jalan raya Handil-Balikpapan.

Sebagian masyarakat memanfaatkan lahan ditepi sungai ini sebagai pemukiman, lahan pertanian, tambak dan peternakan.  Sungai Hitam sangat dipengaruhi pasang surut dengan  rata-rata perbedaan tinggi saat pasang-surut mencapai  1.5m. Panjang Sungai Hitam yang saat ini masih sering dijumpai bekantan ± 2.5 km dengan lebar sungai ± 10m dan kedalaman ± 5m. Tanah disekitar Sungai Hitam merupakan tanah alluvial dengan pH berkisar 5-6.

 

2.   Status lahan

Berdasarkan Keputusan Presiden no 32 tahun 1990 tentang pengelolaan Kawasan lindung disebutkan bahwa daerah sempadan sungai dengan jarak 50 m dari dari tepi sungai merupakan kawasan dilindungi yang tidak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan pemukiman dan produksi. Tapi hal sebaliknya terjadi disekitar Sungai Hitam, sebagian besar tanah di tepi Sungai Hitam merupakan tanah hak milik masyarakat yang dimanfaatkan untuk pemukiman, pertanian, tambak dan peternakan.

 

3.   Kondisi Sosial Ekonomi

Matapencaharian masyarakat di sekitar Sungai Hitam adalah nelayan, petani, PNS dan wiraswasta. Sebagian masyarakat  memanfaatkan Sungai Hitam untuk mencari ikan  dan udang sebagai alternatif pendapatan atau sekadar menyalurkan hobby memancing. Sungai Hitam merupakan muara sungai sehingga di sungai ini terdapat banyak jenis ikan. Potensi udang yang ada di sungai ini merupakan alasan utama masyarakat memancing di Sungai Hitam. Selain sebagai areal pemancingan alami, sebagian masyarakat memanfaatkan nipah yang ada ditepi sungai untuk dibuat atap rumah dan kerajinan. Selain itu juga, masyarakat memanfaatkan Sungai Hitam sebagai sumber air untuk mandi, mencuci dan sarana transportasi mengangkut hasil pertanian.

 

Nilai dan Fungsi kawasan Sungai Hitam

1.   Nilai Ekonomi

     Sumber Hasil Alam

Sungai Hitam memasok hasil-hasil alam yang merupakan alternatif pendapatan masyarakat. Hasil alam yang dimanfaatkan oleh masyarakat disekitar Sungai Hitam yaitu nipah, ikan dan udang. Sungai Hitam merupakan kawasan muara sungai sehingga merupakan penghasil ikan dan udang karena pada kawasan ini terjadi hubungan bebas dengan laut terbuka dan sangat dipengaruhi oleh pasang-surut.

     Transportasi

Sungai Hitam dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana transportasi mengangkut hasil pertanian dan sumber hasil alam seperti bambu, nipah,dll  ke daerah lain.

–   Ekowisata

Keberadaan bekantan (nasalis larvatus) satwa endemik Kalimantan yang langka di Sungai Hitam, menawarkan kesempatan yang yang tepat bagi pengembangan ekowisata karena hal ini akan menjadi daya tarik tersendiri khususnya wisatawan manca Negara.

2. Fungsi Ekologi

–   Sumber Air

Sungai Hitam sering digunakan sebagian masyarakat disekitar sebagai sumber air untuk kegiatan rumah tangga (mandi, mancuci) dan pertanian.

–   Pengatur Aliran Air

Sungai Hitam dapat berfungsi sebagai pengatur aliran dan pengendali banjir. Dalam menjalankan fungsi ini, terjadi 2 proses yaitu penyimpanan air dan memperlambat aliran. Sungai Hitam dapat menyimpan kelebihan air yang mungkin terjadi selama musim hujan atau saat aliran sungai tinggi dan sebagian air simpanan ini baru dilepaskan/dialirkan beberapa waktu kemudian dan sebagian lagi dipindahkan ke udara melalui proses penguapan (evapo-transporasi) dan kedalam tanah melalui proses perembesan (perkolasi). Keberadaan tumbuh-tumbuhan ditepi Sungai Hitam dapat memperlambat aliran air.

–   Mencegah Intrusi Air laut

Keberadaan Sungai Hitam dan vegetasi yang ada dapat mencegah intrusi air laut yang asin ke sekitar kawasan. Fungsi ini berlangsung karena air tawar yang mengalir dari Sungai Hitam dapat membatasi masuknya air laut kedalam sungai. Jika aliran air sungai berkurang, terjadi perubahan tipologi sungai, dan hilangnya tumbuhan di tepi sungai, khususnya pada saat pasang tinggi, akan terjadi intrusi air laut, hal ini akan menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan air tawar yang mereka butuhkan.

–   Penyerapan Karbon

Keberadaan vegetasi ditepi Sungai Hitam dapat berfungsi sebagai penyerap karbon sehingga dapat mengurangi efek pemanasan global yang disebabbkan meningkatnya kandungan CO2 di atmosfer. Kemampuan tumbuhan dalam menyerap karbon terjadi pada saat proses fotosintesis yaitu mengubah karbon inorganic (CO2 di atmosfer) menjadi karbon organic dalam bentuk biomasa.

 

3.   Nilai Sosial Budaya

Keberadaan Sungai Hitam dapat menjadi lokasi untuk pendidikan lingkungan. Karena kesadaran masyarakat akan nilai ekologi dan lingkungan adalah komponen utama berhasilnya kegiatan pelestarian lingkungan. Kurangnya kesadaran inilah yang menyebabkan integritas Sungai Hitam sebagai habitat bekantan terancam.  Wisata pendidikan alam dapat diatur dan dilakukan di lokasi ini untuk meningkatkan kesadaran anak-anak, masyarakat dan para pembuat kebijakan.

 

4.   Nilai Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Sungai Hitam mempunyai potensi keanekaragaman hayati, tipe vegetasi yang tumbuh ditepi Sungai Hitam merupakan hutan bakau (mangrove). Hutan ini merupakan tipe hutan yang khas, berada di muara sungai yang dipengaruhi pasang surut, didominasi oleh tumbuhan yang relatif toleran terhadap perubahan salinitas dan mempunyai sistem perakaran khusus.

Deskripsi Bekantan & Habitatnya

 Taksonomi :

Kelas : Mamalia                    Sub family : Colobinae

Ordo : Primata                       Spesies : Nasalis larvatus

Famili : Cercopithecidae

Ciri-ciri :

Tubuh bagian atas umumnya kuning keabu-abuan pucat dan kusam sampai coklat merah, pada bayi bekantan berwarna biru tua. Mempunyai semacam tudung tengguli pada bagian atas kepala, ekor dan bagian pantat keputih-putihan. Hidungnya menonjol lebar agak menggantung, bekantan jantan mempunyai hidung yang menonjol dibandingkan betina. Pada saat duduk, ekor menggantung kebawah. Pada jari kaki dan tangan terdapat selaput.

Ekologi & Habitat :

Merupakan satwa arboreal tetapi akan menyeberangi sungai untuk mencapai hutan ditepi sungai yang terisolasi, diurnal, aktif saat subuh dan menjelang sore saat kembali ke tempat peristirahatan. Hidup berkelompok 6-21 ekor. Makanan terdiri dari dedaunan, buah-buahan dan pucuk daun. Sebagian besar ditemukan hutan mangrove, campuran mangrove nipah, muara sungai dan hutan galam.

Distribusi :

Terbatas di Pulau Kalimantan

Status Kelangkaan:

Termasuk dalam Cites Apendiks I, yaitu  jenis yang tidak boleh diperdagangkan secara nasional maupun internasional

 Status Kelangkaan:

Termasuk dalam Cites Apendiks I, yaitu  jenis yang tidak boleh diperdagangkan secara nasional maupun internasional

 

Nama :

Nama daerah : Bekantan

Nama Ilmiah : Nasalis larvatus

Nama Internasional : Proboscis Monkey

Nama lain : Monyet belanda, bakantan, bakaraaq, bakarao, begkeroo, bekaro, bekaleh

 

Berdasarkan penelitian Sidiyasa, dkk (2005) ditepi Sungai Hitam yang menjadi habitat Bekantan terdapat 23 jenis tumbuhan meliputi 12 jenis pohon dan 11 jenis tumbuhan bawah yang terdiri dari tumbuhan liana, perdu, herba dan palem. Beberapa jenis tumbuhan tersebut yaitu : Sonneratia caseolaris, Cerbera manghas, Ficus sp, Aglaia sp, Buchanania arborescens, Antidesma ghaesembilla, Dillenia suffruticosa, Vitex pinnata L., Teijsmanniodendron sp., Glochidion littorale, Leea indica, Ardisia elliptica., Ischaemum muticum, Mapania sp,  Scleria sp., Acrostycum aureum, Lygodium salicifolium, Pinanga sp., Nypa fruticansCombretum sp., Derris sp. Acanthus ebracteatus dan satu jenis yang tidak teridentifikasi yang termasuk dalam  suku Cyperaceae.

Hutan bakau ditepi Sungai Hitam merupakan habitat bagi bekantan  (Nasalis larvatus), jenis endemik kalimantan yang langka dan dilindungi. Selain bekantan beberapa jenis satwa juga memanfaatkan Sungai Hitam sebagai tempat tinggal, tempat mencari makan dan bermain. Beberapa satwa yang dapat dijumpai yaitu, burung punai, reptil, berbagai jenis ikan dan udang.

 

SUNGAI HITAM HABITAT BEKANTAN       

Bekantan yang merupakan satwa endemik kalimantan adalah salah satu kekayaan keanekaragaman hayati yang terdapat di Sungai Hitam Kecamatan Samboja yang dilindungi Undang-undang. Mengingat statusnya yang langka maka satwa ini harus dilindungi, dijaga dan dipertahankan keberadaanya di habitat aslinya.

Dari hasil pengamatan di Sungai Hitam kurang lebih  terdapat 10 kelompok bekantan, dengan masing-masing kelompok berjumlah 10 s/d 12 ekor, sehingga diperkirakan populasi bekantan kurang lebih berjumlah 120 ekor.

Penurunan populasi bekantan akan terjadi seiring dengan tingkat kerusakan habitatnya sebagai sumber pakan, bermain dan berkembangbiak.

Bekantan di Sungai Hitam mempunyai perilaku yang berbeda dengan bekantan di daerah lain yang kemungkinan disebabkan oleh adaptasi terhadap kondisi habitat. Dimana bekantan pada daerah ini akan lebih mudah dijumpai karena keterbatasan habitat.

Bekantan memanfaatkan dedaunan, buah-buahan dan pucuk daun jenis-jenis tumbuhan tertentu sebagai sumber pakannya, diantaranya jenis “rambai laut” (Sonneratia caseolaris).

Selain sebagai sumber pakan, bekantan memanfaatkan pohon Sonneratia caseolaris dan ficus sp. yang ada di sepanjang Sungai Hitam sebagai tempat tidur pada waktu malam hari dan tempat beristirahat pada waktu siang. Selain itu beberapa bekantan juga memanfaatkan  tumbuhan Pinanga sp. dan  Nypa fruticans sebagai tempat beristirahat dan tempat bersembunyi.

Keberadaan bekantan sangat terkait dengan kondisi habitatnya sehingga upaya mempertahankan bekantan dan habitat aslinya di Sungai Hitam berhubungan dengan kelestarian hutan yang tidak mungkin lestari tanpa campur tangan manusia.

 

ANCAMAN KELANGSUNGAN HIDUP BEKANTAN DI SUNGAI HITAM

Posisi geografis kawasan Sungai Hitam yang berdekatan dengan jalan raya Handil-Balikpapan, membuat habitat bekantan ini rentan terhadap gangguan manusia. Pemukiman penduduk dan kepemilikan lahan ditepi Sungai Hitam menggambarkan buruknya penegakan hukum. Kondisi ini mengancam keberadaan bekantan di Sungai Hitam, ditambah hutan yang menjadi tempat istirahat dan sumber pakannya tinggal ± 20-30 m dari tepi Sungai Hitam sebelah utara dengan kondisi permudaan yang tidak normal karena mengalami gangguan sehingga akan mengancam kelestarian hutan yang menjadi habitat bekantan (Sidiyasa dkk, 2005). Tingkat ancaman ini diperparah dengan kurangnya kesadaran masyarakat dan berbagai pihak termasuk yang bertanggungjawab atas pelestarian sumber daya alam akan pentingnya keanekaragaman hayati, dimana bekantan adalah salah satu kekayaan KEHATI yang terdapat di Sungai Hitam.

 

UPAYA KONSERVASI GUNA MENDUKUNG PELESTARIAN BEKANTAN DAN HABITATNYA DI SUNGAI HITAM

Berbagai faktor ancaman tersebut diatas telah mengancam keberadaan dan kelestarian bekantan beserta habitatnya sehinggga sangat perlu segera diupayakan tindakan-tindakan konservasi guna mempertahankan bekantan dan habitatnya sebagai salah satu kekayaan KEHATI yang dimiliki samboja Kutai Kertanegara.  Beberapa tindakan konservasi yang dapat dilakukan guna kelangsungan hidup bekantan dan kelestarian habitatnya di Sungai Hitam, yaitu :

 

1.   Identifikasi dan Implementasi dasar hukum yang sesuai untuk menjamin kelangsungan bekantan dan habitatnya di Sungai Hitam.

Sungai Hitam mempunyai peran penting sebagai habitat bekantan, satwa langka yang dilindungi sehingga perlu diidentifikasi status yag tepat untuk kawasan ini. Status hukum saja tidak akan menjamin pengelolaan dan upaya konservasi kawasan ini secara efektif. Komitmen yang kuat dalam implementasinya dan pendekatan yang terpadu harus dilakukan.

 

2.   Pelaksanaan Fungsi Manajemen

Guna mendukung upaya konservasi sehingga dapat berjalan sesuai yang diharapkan dibutuhkan pelaksanaan fungsi manajemen yang baik, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan dan pengawasan. Oleh karena itu diperlukan sebuah struktur badan pengelola. Berbagai pengalaman telah dapat kita lihat. Banyak kawasan konservasi telah ditetapkan tetapi tanpa disertai struktur badan pengelola yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan kawasan secara langsung sehingg mengakibatkan terlantarnya kawasan tersebut seolah tanpa pengelola. Wajar saja jika masyarakat memanfaatkan kawasan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan yang berdampak terhadap pengklaiman kepemilikan lahan.

Pembentukan badan pengelola harus dilakukan sejak awal sehingga dapat ambil bagian dalam perencanaan dan pengembangan. Struktur badan pengelola yang ada harus terwakili oleh semua stakeholders dan memberikan suasana yang mendukung untuk berperan aktif dalam pengelolaan.

 

3.   Kejelasan status lahan

Kurang memadainya upaya penegakan hukum berkaitan dengan kurangnya kesadaran akan pentingnya sumber daya alam. Tindakan sebagian orang yang tinggal dan memanfaatkan lahan di tepi sungai sebenarnya kegiatan mereka adalah ilegal, namun demikian karena tidak ada sanksi yang diberikan , masyarakat mengasumsikan bahwa pemerintah telah menerima kehadiran mereka di tepi sungai.

Untuk menjamin keberlangsungan upaya konservasi harus ada kejelasan status lahan, sehingga perlu diupayakan pembebasan lahan di sempadan sungai dengan memberikan ganti rugi kepada masyarakat, karena masyarakat telah memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. 

 

4.   Pengayaan Tumbuhan Habitat Bekantan

Permudaan yang menjadi habitat bekantan di Sungai Hitam dalam kondisi tidak normal sehingga kelestariannya terancam dan oleh karena itu diperlukan campur tangan manusia. Hal yang dapat dilakukan yaitu pengayaan tumbuhan-tumbuhan jenis tertentu yang menjadi habitat bekantan, baik tumbuhan yang berfungsi sebagai sumber pakan seperti Sonneratia caseolaris ataupun jenis lain yang dimanfaatkan bekantan untuk beristirahat pada waktu malam maupun siang.

5.   Peningkatan Kesadaran Masyarakat (Public Awareness)

Seiring perkembangan jaman telah terjadi perubahan pola pikir (kearifan) terhadap kekayaan keanekaragaman hayati yang akhirnya menimbulkan beragam kerusakan lingkungan. Untuk mengendalikan dan membenahi kembali kerusakan-kerusakan yang terjadi maka perlu segera dilakukan usaha-usaha penyadaran (awareness) kepada berbagai komponen masyarakat, terutama terhadap masyarakat sekitar Sungai Hitam maupun terhadap para pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya. Pelaksanaan public awareness ini dapat dilaksanakan melalui berbagai teknik dan media, seperti media cetak (pembuatan brosur, leaflet, poster, spanduk, dll), media audio visual (video, siaran TV), papan peringatan dan komunikasi langsung.

Penyadaran sejak dini dapat dilakukan pada pelajar/usia anak-anak melalui pendidikan lingkungan yang dijadikan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan. Mengenalkan anak-anak secara langsung terhadap bekantan dan habitatnya sebagai salah satu upaya untuk menjaga dan melindungi kekayaan KEHATI yang terdapat di daerah mereka sehingga perlu dilakukan untuk meningkatkan rasa empati mereka terhadap kelestarian bekantan dan habitatnya di Sungai Hitam. 

 

 

6.   Penelitian

Penelitian lebih awal telah dilakukan oleh Loka Litbang Satwa Primata, yang menunjukkan bagaimana kondisi Sungai Hitam sebagai habitat bekantan yang harus dilestarikan. Sungai Hitam merupakan tempat yang sesuai untuk melakukan penelitian tentang bekantan dan habitatnya dengan pertimbangan aksebilitas yang mudah dan tingkat perjumpaan dengan bekantan yang tinggi. Berbagai penelitian lain harus dilakukan untuk mendukung upaya konservasi yang diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi- rekomendasi terhadap pengelolaan Sungai Hitam sebagai kawasan konservasi bekantan.

7.   Pengembangan Ekowisata

Keunikan bekantan di Sungai Hitam, yaitu tingginya tingkat perjumpaan dan mudah diamati dibandingkan dengan bekantan di daerah lain meskipun disebabkan karena terbatasnya habitat. Hal ini dapat memberikan nilai tersendiri terhadap pengembangan wisata alam terbatas. Aktivitas penyusuran sungai dengan arus yang kecil, suara gemercik air, dan suara berbagai satwa yang bersautan serta pemandangan hutan tepi sungai akan menambah daya tarik wisatawan.

Potensi ini, jika dikelola dan dikembangkan dengan baik akan menjadi sebuah paket wisata potensial yang dimiliki Kabupaten Kutai Kertanegara. Sebuah paket wisata dari pegununungan (Bukit Bangkirai)- sungai (Sungai Hitam)- Bendungan (waduk samboja)- pantai (pantai Tanjung Harapan) dapat dikembangkan lebih lanjut dan menjadi menu khusus bagi wisatawan yang mengunjungi Kabupaten Kutai Kertanegara.

  

PENUTUP

Bekantan adalah satwa langka dan endemik kalimantan yang merupakan salah satu kekayaan keanekaragaman hayati yang teridentifikasi terdapat di samboja Kutai Kertanegara. Berbagai faktor telah mengancam keberadan satwa ini sehingga upaya pelestarian untuk menjaga dan melindungi bekantan dan habitatnya harus dilakukan. Kegiatan ini menuntut peran serta aktif dan komitmen yang kuat dari berbagai pihak.


Responses

  1. sebelumx mohon maaf terlebih dahulu karena kami mungkin terlalu berani komen terhadap tulisan saudara, tp kami akui tulisan saudara sangatlh berguna bg kami,,,,, yang ingin kami tanyakn,,, kami ad rencana membikin yayasan balan konservasi bagi satwa langka seperti bekantan n orang utan,,, ada tiga pulau yang sekarang keberadaan bekantan sangat memprihatinkan, jadi ada niatan untuk mengelola pulau tersebut dengan kerjasama pihak BKSDA dan dinas kemutanan. kendalax kami bingung menentukan langkah sebelum maju presentasi ke dinas terkait. yang ingin kami tanyakan langkah ap yg perlu kami ambil untuk membawa data baik itu primata atau pun ekosistem yang dperlukan hewan tersebut agar nanti bs menjadi bahan ekspose. apakah anda bisa bantu bikinkan konsep penagkaran bekantan/orang utan. trims atas infox, maaf seandaix merepotkan anda. mohon balasanx

    • Terima kasih atas komennya,
      Sebuah ide yang menarik dan seharusnya didukung oleh berbagai pihak.
      Sebelumnya, mungkin jika anda tidak keberatan, anda bisa menjelaskan
      perihal saudara, rencana lokasinya dimana, kemungkinan donasinya darimana
      karena saya melihat ketersediaan dana menjadi faktor penentu kemungkinan dilaksanakannya
      kegiatan tersebut.
      Jadi hal pertama yang dapat anda lakukan adalah mengekspose sebesar2nya
      keberadaan bekantan di pulau tersebut dan ancaman kepunahannya jika tidak dilakukan tindakan apa
      sehingga diperlukan adanya upaya pelestarian. Sehingga dibutuhkan data-data populasi bekantan
      kondisi habitat, ketersediaan pakan, ancaman kerusakan habitat, ancaman terhadap bekantan dan
      status kawasannya seperti apa?
      untuk komunikasi lebih lanjut dapat ke e-mail saya : wahyuk2001@yahoo.com
      terima kasih

  2. […] SUNGAI HITAM SAMBOJA: Habitat Bekantan (Nasalis larvatus) yang terabaikan February 2009 2 comments 4 […]

  3. makacihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: