Posted by: wahyukdephut | February 3, 2009

PERSAMAAN ALOMETRIK BIOMASSA DAN FAKTOR EXPANSI BIOMASSA

PERSAMAAN ALOMETRIK BIOMASSA DAN FAKTOR EXPANSI BIOMASSA
VEGETASI HUTAN SEKUNDER BEKAS KEBAKARAN
DI PT. INHUTANI I BATU AMPAR, KALIMANTAN TIMUR

[Biomass Allometric Equation and Biomass Expansion Factor ( BEF)
of Vegetation in Secondary Forest ex Burning
at PT. INHUTANI I Batu Ampar, East Kalimantan]

Oleh/by :

Wahyu Catur Adinugroho

ABSTRACT

Forest stabilize CO2 concentration in atmosphere by absorbing CO2 from air through photosynthesis process and store it in forest biomass. Carbon stock Information in forest biomass is required to facilitate carbon sink programme. An easy technique to estimate carbon stock is needed. The purpose of this research was to establish allometric equation and biomass expansion factor (BEF) value that could be used for estimating carbon stock in vegetation secondary forest.
Destructive sampling methods was used to calculated biomass value and then this value was used to arrannge biomass allometric and BEF. Biomass allometric was established by analysing the relationship between biomass value and diameter at 1.3 m (D) using regression analysis. Then, biomass was calculated by this allometric.
The Biomass allometric equation had been established from 63 vegetation sample. The results were leaf biomass (Bdaun)=0.269D^1.7828, branch biomass (Bcab)=0.0162 D^2.43, stem biomass (Bbtg)=0.0912 D^2.22, root biomass (Bakar)=0.0436D^1.99 and Total biomass (Btot)=0.1923D^2.15 while BEF value is 1.87.
Key words : Secondary forest, biomass, carbon stock, allometric equation, biomass expansion factor

ABSTRAK

Hutan mampu menyerap CO2 dari udara dan menyimpannya dalam biomassa hutan sehingga hutan mempunyai peran dalam upaya menstabilkan konsentrasi CO2 di atmosfer, hal ini sering disebut dengan program karbon sink. Dalam rangka pengembangan program karbon sink ini dibutuhkan data cadangan karbon yang tersimpan dalam bentuk biomassa. Untuk itu diperlukan teknik yang efektif dan mudah digunakan dalam menduga cadangan karbon pada suatu hamparan vegetasi. Penelitian ini ditujukan untuk menghasilkan persamaan alometrik biomassa dan nilai BEF yang dapat digunakan untuk menduga kandungan karbon di hutan sekunder.
Nilai biomassa diperoleh dengan metode destructive sampling dan nilai biomassa ini digunakan untuk menyusun persamaan alometrik dan nilai faktor expansi (BEF). Persamaan alometrik disusun dengan menggunakan analisa regresi antara biomassa dengan diameter setinggi 1.3 m (D). Selanjutnya pendugaan biomassa dilakukan dengan menggunakan menggunakan persamaan alometrik tersebut.
Persamaan alometrik biomassa yang diperoleh adalah Biomassa daun : Bdaun = 0.269D^1.7828, Biomassa cabang : Bcab=0.0162 D^2.43, Biomassa batang : Bbtg=0.0912 D^2.22, Biomassa akar : Bakar=0.0436D^1.99 dan Biomassa total : Btot=0.1923D^2.15 sedangkan nilai BEF yang dihasilkan yaitu 1.87. Pada akhirnya persamaan alometrik biomassa dan nilai BEF ini dapat digunakan untuk menduga karbon yang tersimpan dalam hutan dengan pendekatan biomassa yaitu 50% dari biomassa adalah cadangan karbon yang tersimpan pada vegetasi hutan sekunder.

Kata kunci : Hutan, biomassa, cadangan karbon, persamaan alometrik, faktor expansi biomassa

Read More :koreksi-persamaan-alometrik-biomassa-dan-bef


Responses

  1. Mas Catur, salam kenal. Saya Pamungkas, dari BPTKPDAS Solo. Mau nanya nih, punya alometrik sengon di daerah Berau-Kaltim? Terima kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: