Posted by: wahyukdephut | January 31, 2009

ENERGI ALTERNATIF (Batubara & Jarak) SOLUSI PASCA KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK

Minyak bumi merupakan sumber energi utama yang telah sekian lama digunakan rakyat Indonesia, bentuknya yang liquid, membuat minyak mudah diangkut dan digunakan. Dengan adanya subsidi telah membuat harga minyak lebih murah dan secara tidak langsung telah mendorong rasa ketergantungan terhadap minyak sebagai sumber energi dibanding sumber energi lain. Kepanikan mulai terjadi ketika pengurangan subsidi mulai dilakukan dan cadangan minyak yang tidak dapat diperbaharui mulai menurun.

            Usaha pengurangan subsidi terhadap harga minyak telah menimbulkan masalah yang menggelundung bagai bola salju di seluruh sektor dan komponen masyarakat, baik produksi, transportasi, jasa-jasa. Harga-harga  kebutuhan ikut naik, ongkos produksi meningkat dan daya beli masyarakat menurun.

            Kebutuhan minyak yang semakin meningkat tetapi cadangan mulai berkurang telah menyebabkan Indonesia yang masih menjadi anggota OPEC, malah menjadi negara pengimpor minyak. Akibatnya, kenaikan harga minyak dunia tidak lagi menguntungkan bangsa Indonesia dimana posisi tawar Indonesia menjadi  lemah.

            Sebuah solusi pasca kenaikan harga BBM telah diluncurkan pemerintah yaitu dengan memberikan Bantuan Tunai Langsung (BTL) tetapi hal ini telah memunculkan gejolak baru di masyarakat dengan adanya konflik horisontal di berbagai daerah yang disebabkan kerancuan dalam penyaluran Bantuan Tunai Langsung.

            Upaya mencari, mengembangkan dan mensosialisasikan energi alternatif yang kalkulasinya memungkinkan dan bisa menggantikan BBM harus segera dilakukan manakala minyak yang menjadi primadona sumber energi harganya melonjak dengan dasyat sedangkan cadangannya mulai berkurang.

 

ENERGI ALTERNATIF

            Yang dimaksud energi alternatif disini yaitu sumber energi yang dapat menjadi pengganti minyak bumi yang telah lama dan umum digunakan masyarakat. Karena minyak bumi merupakan barang tambang yang tidak dapat diperbaharui dan jika minyak bumi terus menerus diambil tanpa berusaha mencari penggantinya mungkin dunia akan kehabisan minyak bumi.

            Selain minyak bumi masih banyak sumber energi lain yang belum dimanfaatkan secara optimal seperti, matahari, angin, air, panasbumi, batubara, minyak hijau (biofuel). Penggunaan Biofuel harus didorong oleh pemerintah sebagai salah satu energi dengan adanya kesepakatan dunia internasional tentang mekanisme pembangunan bersih (CDM) yang mengatur tentang penggunaan energi yang ramah lingkungan. Biofuel terdiri dari Bioethanol dan biodiesel. Bioethanol merupakan bahan bakar dari tumbuhan hijau yang menghasilkan ethanol seperti ampas tebu sebagai pengganti bensin, bahan bakar ini secara umum dikenal dengan sebutan Gasohol, sedangkan biodiesel merupakan bahan bakar pengganti solar dari tumbuhan hijau yang menghasilkan minyak, seperti kacang-kacangan, kelapa sawit, jarak, dll.

 

BATUBARA

            Salah satu sumberdaya alam selain minyak bumi yang tersedia melimpah di Indonesia adalah Batubara. Batubara ini merupakan salah satu sumber energi yang berpotensi dikembangkan menjadi energi alternatif pengganti BBM. Pengembangan batubara menjadi energi alternatif ini merupakan suatu peluang tersendiri bagi Kalimantan Timur untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), karna Kalimantan Timur memiliki pasokan Batubara yang melimpah.

            Beberapa alasan yang mendasari batubara sebagai energi pangganti BBM yaitu ketersediannya melimpah di Indonesia diperkirakan mencapai 57 milyar ton meliputi wilayah Sumatera, Kalimantan dan Papua. Harganya murah tetapi kalorinya sepadan  minyak sehingga sangat menghemat biaya produksi untuk skala industri, dengan harga Rp 500/kg dibandingkan dengan solar industri Rp 6000/liter, jelas berapa miliar rupiah bisa dihemat untuk industri besar per-bulan. Batubara lebih siap digunakan karna saat ini telah ditambang tetapi sebagian besar hanya untuk PLTU, cara penambangannyapun juga sangat mudah yaitu dalam bentuk penambangan terbuka.

            Pada tingkat rumah tangga, batubara dapat digunakan dalam bentuk briket sebagai pengganti minyak tanah dengan menggunakan tungku hasil desain  Departemen Perindustrian yang sudah mulai dibuat oleh Lingkungan Industri Kecil. Dengan penggunaan briket ini dapat dilakukan penghematan yang lebih banyak yaitu dengan harga 1000 – 1500/kg dibandingkan harga minyak tanah 2500/lt.

            Pengembangan batubara sebagai energi alernatif harus didorong oleh perusahaan perekayasa engineering yang harus terus berinovasi membuat desain mengubah energi batubara menjadi gas sehingga lebih diminati, dan paling penting ialah rekayasa penanganan limbah dan polusi yang dihasilkan sehingga dapat menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan.

 


JARAK (Jatropha curcas)

            Pengembangan jarak jenis jarak pagar (Jatropha curcas) sebagai salah satu tumbuhan yang menghasilkan minyak yang dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti solar merupakan hal lama yang dibarukan. Pada jaman pendudukan Jepang sudah diinstuksikan pada penduduk sebagai tanaman yang wajib ditanam sebagai pagar, tetapi pada waktu itu tidak diketahui secara detail manfaatnya. Buah jarak kering hanya dimanfaatkan sebagai pengganti sentir/dian dengan cara dibakar atau hanya sebagai mainan anak-anak.

            Pada saat ini diketahui secara luas bahwa biji jarak sebagai bahan nabati dengan sentuhan teknologi dapat menghasilkan minyak bio-oil ataupun bio-diesel sebagai pengganti bahan bakar solar, sehingga pemerintah menetapkan PP No 5 th 2006 dan Inpres No 1 th 2006 yang menginstruksikan pengembangan minyak jarak.

 

jarak

 

            Tanaman jarak merupakan jenis tanaman yang mudah tumbuh bahkan dikondisi tanah yang jelek sehingga dapat digunakan sebagai tanaman reboisasi/rehabilitasi yang dapat memberikan manfaat/hasil. Tanaman jarak mulai menghasilkan buah pada usia 6 bulan dan bisa bertahan hidup sampai usia 50 tahun. PT. PURA GROUP yang telah mengembangkan jarak di Kudus, Jawa Tengah melaporkan bahwa lahan seluas 1 Ha dapat ditanami 2500 pohon jarak dan pada tahun pertama akan menghasilkan kurang lebih 2500 kg buah dan meningkat pada tahun-tahun berikutnya (Tabel 1)

 

Tabel 1. Hasil Panen buah pada 2500 tanaman jarak/ha

 

WAKTU PANEN

HASIL PANEN BUAH (Kg)

I

2500

II

7500

III

7500

IV

10000

V

12500

 

            Biji jarak kering melalui proses sederhana dapat menghasilkan minyak bio-oil dan melalui proses esterifikasi dapat menghasilkan minyak bio-diesel.

            Berdasarkan data PT.PURA GROUP, 3-4 kg biji jarak kering dapat menghasilkan 1 liter minyak bio-oil dengan asumsi rendemen 25% dengan demikian dari 1 hektare lahan (2500 tanaman) pada tahun pertama dapat dihasilkan 625 liter minyak bio-oil. Penggunaan minyak bio-oil ini telah diujicobakan terhadap nelayan di Pekalongan, Jawa Tengah terbukti ada penghematan. Bila nelayan menggunakan bahan bakar solar dibutuhkan dana Rp 3500/liter sedangkan dengan menggunakan bahan bakar bio-oil hanya dibutuhkan dana Rp 3000/liter. Keuntungan lain penggunaan bio-oil selain lebih murah adalah 100% tanpa campuran atau solar, asap yang dihasilkan 42,6%, tidak merusak mesin, menghasilkan 9470 kalori dan banyak O2.

            Pengembangan jarak menjadi BIO-FUEL akan membuka berbagai lapangan usaha yang mampu menyerap tenaga kerja seperti budidaya, pemrosesan biji menjadi minyak, pemanfaatan produk sampingan, pemasaran dan pabrikasi. Dalam hal budidaya sebaiknya tanaman jarak dikembangkan pada lahan yang blom dimanfaatkan atau tanah-tanah marginal bukan pada lahan-lahan produktif yang telah ditanami/dimanfaatkan.

            Meski demikian perlu penelitian yang lebih intensif dalam rangka pengembangan jarak menjadi BIO-FUEL, seperti cara menghasilkan bibi unggul, teknik budidaya yang tepat, produktivitas minyak/ha, analisa biaya, analisa pemasaran. Hal yang paling penting adalah terdapatnya dukungan pemerintah dengan berbagai kebijakan seperti BIO-FUEL sebagai bahan bakar resmi, standardisasi BIO-FUEL nasional, regulasi produksi dan distribusi (tata niaga), dukungan dana dengan pinjaman lunak bagi Industri BIO-FUEL dan pertanian jarak sehingga jarak dapat ditanam secara massal pada lahan tidak produktif serta terdapat perusahaan yang menampung dan mengolah menjadi minyak, kebijakan penggunaan lahan kritis, kebijakan memasukan minyak jarak dalam mekanisme CDM (Clean Development Mechanism), selain itu perlu penerapan environmental-tax yakni pengenaan pajak bagi pengguna bahan bakar yang tidak ramah lingkungan dan sebaliknya insentif  bagi pengguna bahan bakar ramah lingkungan seperti BIO-FUEL, bahkan visi kedepan dapat diluncurkan program pembuatan kebun energi guna mendukung Ketahanan Energi Nasional.

            Dari uraian diatas BIO-FUEL sangat memberikan manfaat dan sangat mungkin untuk dikembangkan. Hal ini memberikan peluang tersendiri bagi Kalimantan Timur karena masih banyak lahan tidak produktif yang hanya ditumbuhi alang-alang dan tiap tahun mengalami kebakaran dimusim kemarau.

 

DOWNLOAD FILE : energi-alternatifjarakbatubara


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: