Posted by: wahyukdephut | October 12, 2009

DAMPAK KEBAKARAN HUTAN TERHADAP FUNGSI HIDROLOGI

Oleh : Wahyu C. Adinugroho, Efratenta, Ana Tampang, Restu Gusti AB, Surnayanti, Rio Stephanus

Hutan sebagai salah satu penentu ekosistem penyangga kehidupan dan sumber kemakmuran rakyat, cenderung mengalami degradasi, baik kualitas maupun luasannya.  Proses degradasi sumberdaya hutan dalam waktu 20 tahun ini telah menimbulkan dampak yang cukup luas, yang menyentuh aspek lingkungan, ekonomi, kelembagaan, dan juga sosial-politik. Kerusakan telah terjadi di semua kawasan hutan sebagai akibat dari lemahnya penegakan hukum, pembukaan hutan untuk keperluan pembangunan lain (pertambangan, dan industri), perambahan, kebakaran hutan, lemahnya kesadaran dan perhatian terhadap kelestarian ekosistem DAS, serta kurangnya upaya reboisasi yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab oleh pemerintah dan pengguna hutan lainnya.

Kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab utama kerusakan hutan Indonesia, tercatat Kebakaran hutan tahun 1997/1998 menyebabkan hilangnya 4,8 juta hektar kawasan hutan dan hampir tiap tahun kejadian kebakaran hutan seluas 0,1 – 0,25 juta Ha terjadi di kawasan hutan Indonesia. Berbagai kajian mengenai dampak kebakaran hutan terhadap berbagai aspek (ekologi, ekonomi, kesehatan, satwa, udara dan pemanasan global) telah dilakukan oleh para peneliti dan lembaga terkait, sebagai penambah wacana akan dampak kebakaran hutan ini maka dalam makalah ini akan sajikan sebuah kajian mengenai dampak kebakaran hutan ditinjau dari segi ekologi khususnya terhadap fungsi hutan terhadap tata kelola air (fungsi hidrologi).

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Hutan dengan penyebarannya yang luas, dengan struktur dan komposisinya yang beragam serta serasah yang terdapat dilantai hutan berasosiasi dengan tanah akan mempengaruhi fungsi hidrologi, sehingga hutan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan fungsi hidrologi. Dampak kebakaran hutan terhadap hidrologi secara langsung merupakan dampak terhadap hilang dan/atau rusaknya vegetasi, menurun dan/atau hilangnya serasah serta  menurunnya kualitas tanah. Kondisi ini akan mepengaruhi proses-proses dalam fungsi hidrologi, yaitu : menurun dan /atau hilangnya daya intersepsi dan infiltrasi sehingga meningkatkan run off yang mengakibatkan terjadinya  banjir, erosi serta penurunan kualitas dan simpanan air tanah. Selain itu akan mengakibatkan menurunnya evapotranspirasi yang berdampak pada menurunnya curah hujan sehinga terjadi penurunan sediaan air tanah.

read more : Dampak kebakaran terhadap fungsi hidrologi

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 656 other followers

%d bloggers like this: